Event

GKM & Para Pencerita Cilik: Pesan dari Lazuardi GIS Ibnu Sina Kendari

Minggu, (03/04/16) untuk kedua kalinya, Gerakan Kendari Mengajar (GKM) diberikan kehormatan menjadi juri pada perlombaan bagi adik-adik usia sekolah. Setelah 20 Maret silam menjadi juri lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh AMSA, kali ini kakak-kakak volunteer GKM didaulat menjadi juri untuk ajang Story Telling Competition tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Lomba ini diselenggarakan dalam rangka kegiatan Lazibna Fair oleh Sekolah Lazuardi GIS (Global Islamic School) Ibnu Sina Kendari, sebuah sekolah bertaraf internasional yang beralamatkan Jalan Sao-Sao, depan Kompleks Taman Budaya Kendari. 

Dalam kesempatan ini, Gerakan Kendari Mengajar mendelegasikan Kak Asni dan Kak Ayu sebagai juri. Kakak-kakak yang dijuluki Dua Srikandi ini tiba di lokasi acara pada pukul 7.30 pagi, tepat sejam sebelum acara lomba dimulai. Mengenakan baju putih bertuliskan Sexiest Volunteer Alive—yang merupakan produk GeKaEm Clothing, Kak Asni siap tempur ditemani Kak Ayu yang tampil anggun dengan rok hitam panjangnya. Turut hadir juga Kak Amal dan Kak Arun, yang hari itu bertugas mengabadikan gambar selama perlombaan berlangsung. Ada pula Kak Reni, yang datang membawa video GKM untuk ditunjukkan pada peserta lomba dan warga Lazuardi GIS.

Sebelum acara dimulai, para peserta disuguhi dengan beragam aktivitas berkreasi melalui Demo Grey Magic di sebuah stan yang berada tak jauh dari meja registrasi. Bahkan, para orang tua siswa serta Kak Asni dan Kak Ayu tidak ingin ketinggalan untuk ikut memperagakannya. Pada pukul 8.00 WITA, acara dibuka oleh Kepala Sekolah Lazuardi GIS Ibnu Sina Kendari, Ibu Nunik Mustikawati. Dalam sambutannya, Bu Nunik mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya kreatif dan kepercayaan diri anak-anak.

Setelah sambutan, acara dimulai dengan penampilan tiga adik-adik manis dari grade 2: Aiko Makayla, Aulia Rahmawati, dan Maharani Putri Basnapal, yang menampilkan tari Mondotambe. Sebuah tarian penyambutan tradisional khas suku Tolaki dari Sulawesi Tenggara. Sesi hiburan yang ditampilkan adik-adik Sekolah Lazuardi GIS Ibnu Sina adalah salah satu momen yang tidak terlupakan di hari itu, yang berhasil mengundang gelegak tawa para hadirin yang menyaksikan: orang tua pendamping, pihak sekolah, dan tidak terkecuali, kakak-kakak volunteer GKM.

Sesi pertama kompetisi Story Telling dimulai tak lama setelah penampilan tari berakhir, setelah sebelumnya, Kak Ayu membacakan peraturan lomba, berikut kriteria penilaian tim juri. Lama waktu bercerita untuk setiap peserta adalah 10 menit. Adapun kriteria penilaian meliputi isi cerita, teknik dan gaya bercerita, intonasi, interaksi dengan audiens, suara, penampilan, ekspresi, serta ketepatan waktu. Sesi pertama ini menampilkan enam peserta, yang menceritakan beragam kisah. Ada yang bercerita tentang kancil dan kupu-kupu, ikan hiu, dan banyak cerita lainnya. Semua peserta memiliki gaya bercerita yang khas, dan ekspresi-ekspresi yang menggemaskan. Namun demikian, mampu menonjolkan kualitas isi cerita. Kisah-kisah yang diceritakan pun menyisipkan pesan moral yang bisa dipetik adik-adik audiens untuk dibawa pulang. Salah satu pesan di akhir cerita yang dikisahkan Adik Ashafa misalnya, bahwa kita hendaknya saling menolong dan sering berbagi kepada orang lain yang membutuhkan.

Menuju sesi kedua, panitia kembali menampilkan suguhan hiburan dari adik-adik Sekolah Lazuardi GIS Ibnu Sina, berupa hafalan surah-surah pendek, kisah-kisah para nabi, dan lagu anak-anak. Adik-adik performer ini tampil dengan penuh percaya diri dan tampak menikmati keberadaan mereka di panggung. Tidak tampak rasa gugup di wajah mereka. Suasana pun berubah lebih santai dan ceria. Story Telling sesi kedua dimulai tak lama setelahnya. Sesi kedua ini menampilkan lima cerita yang menarik, yang sebagiannya diceritakan dengan menggunakan Bahasa Inggris. Wah, hebatnya ya, adik-adik kita ini.

Selagi menunggu keputusan juri untuk menentukan pemenang kompetisi, salah satu Teacher—sapaan untuk guru di Sekolah Lazuardi—mengajak para peserta dan orang tua untuk melakukan senam otak dan senam pinokio bersama. Senam ini dilakukan untuk membantu adik-adik peserta menyegarkan pikiran, setelah merasakan tegangnya berkompetisi selama hampir dua jam. Hm, tampaknya, kakak-kakak volunteer juga patut mencoba senam ini kapan-kapan.

Dan akhirnya, tibalah saatnya untuk mengumumkan para pemenang lomba Story Telling Lazibna Fair. Ibu Nunik Mustikawati tampil untuk mengumumkan pemenang tingkat Sekolah Dasar. Adik Frisha Dwi Anugrah berhasil menjadi pemenang pertama kompetisi ini. Sementara pemenang kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh Adik Fathiv Abdul Gani dan Adik Putu Widyastri Nareswary. Selanjutnya giliran Kak Ayu yang mengumumkan pemenang lomba tingkat Taman Kanak-Kanak. Kisah Kupu-Kupu dan Kancil yang Sombong yang dibawakan Adik Fadhila Nur Ashafa dari TK Adyaksa 12 Kendari, berhasil menyabet peringkat pertama. Yang kemudian disusul oleh Adik Tristan dan Adik Lydia Qanitah sebagai pemenang kedua dan ketiga. Selamat ya, adik-adik kami yang penuh bakat. Teruslah bercerita dan sampaikan pesan-pesan yang baik kepada Indonesia, ya.

Perhelatan kompetisi ini akhirnya ditutup dengan pemutaran video singkat yang menampilkan aktivitas mengajar kakak-kakak volunteer di daerah binaan GKM. Kakak-kakak volunteer berharap, pesan audio-visual ini dapat memotivasi dan menginspirasi adik-adik di Lazuardi GIS dan adik-adik peserta lomba lainnya yang dilengkapi fasilitas belajar yang memadai, agar tidak kalah giatnya dalam belajar, dibanding adik-adik binaan GKM, yang sehari-harinya belajar dalam situasi penuh keterbatasan.

Salam hangat GKM, untuk semua anak Indonesia. Jangan pernah berhenti belajar, ya. Betapapun terbatasnya fasilitas kita, dan beratnya tantangan yang kita hadapi. (AII)

POP (Pekan Olahraga Puulonggida): Mendidik dengan Sportivitas

Ungkapan inilah yang menjadi landasan dari volunteer GKM selalu berusaha menyempatkan waktunya untuk kembali melewati “Titian Menuju Nyala” . Bukan materi atau sebuah tanda jasa yang kami harap tapi lebih dari itu “sesuatu yang istimewa”. Rasa bangga, haru, bahagia melebur menjadi satu dalam setiap kegiatan yang kami lakukan. Ini pula yang kembali terjadi pada hari ini, Rabu, 1 Januari 2014.

Gantungan Kunci Lucu dari kain Flanel

Gantungan kunci punya manfaat tidak kalah pentingnya dengan sebuah kunci, yakni untuk melindungi agar kunci-kunci yang sering kita gunakan tidak gampang tercecer bahkan hilang. Nah kali ini adik-adik binaan GKM berkreasi membuat gantungan kunci dari kain flanel. Gantungan kunci dari kain flanel ini bisa membuat penampilan kita jadi makin keren. Nah berikut cara membuatnya :

Sepenggal Kisah Dari Mount Isa

Kisah ini baru saja dikirimkan oleh salah seorang volunteer GKM yang berada nun jauh disana, awalnya beliau menyatakan untuk tidak mempublikasikan kisah ini, namun kisah ini perlu dibagi kepada kawan-kawan sekalian. Semoga saja kisah ini kembali mengajak kita untuk bersejenak hening, kembali mengingat fitrah seorang relawan, makna menjadi seorang relawan, dan betapa bernilainya relawan di mata orang lain

ENJ GKM : Ekspedisi Membangun Negeri dalam Sebuah Bingkai Pendidikan

kspedisi Nusantara Jaya (ENJ) adalah sebuah perjalanan yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kemaritiman dengan mengirimkan pemuda-pemudi nusantara  ke kawasan dan pulau-pulau terpencil di Indonesia. Melalui jalur peserta komunitas, Gerakan Kendari Mengajar (GKM) pun kemudian bertolak ke salah satu Pulau yang berada di Sulawesi Tenggara tersebut, tepatnya di Pulau Katela

Tempat pensil dari botol plastik

Saat ini kita dengan mudah dapat menemukan botol plastik di mana saja. Nah botol plastik yang biasanya menjadi sampak Kali ini disulap oleh adik-adik binaan GKM menjadi tempat pensil . Berikut persiapan yang dapat dilakukan :

Diary Gerakan Kendari Mengajar #6 : (Berbagi itu Tidaklah Harus Mahal)

Sabtu, 12 April 2014, adalah hari dimana kami kembali bertemu adik-adik kami di Puulonggida. Pengetahuan umum adalah jadwal pelajaran hari itu. Kami pun mencari ide kreatif apa lagi yang dapat kami bagi dengan adik-adik kami di pulonggida.

Diary Gerakan Kendari Mengajar #9 : GKM FUN CAMP ( Arti Baru dari Sebuah Ketulusan)

GKM FUN CAMP adalah kegiatan yang merupakan perwujudan dari sebuah janji yang telah lama dinanti-nantikan oleh adik-adik kami di Puulonggida. Di penanggalan 13 Desember 2014 GKM FUN CAMP akhirnya bisa dilaksanakan. GKM FUN CAMP diisi dengan kegiatan Pentas Seni, Pelepasan Lampion, Api Unggun, dan Games Outbond. Sejak seminggu sebelum kegiatan dilaksanakan, kakak-kakak volunteer telah sibuk mempersiapkannya.

English Class : Jebakan Kata-Kata Sulit & Suara yang Mendatangi Joe

Malam menunjukkan pukul 20.25 WITA, ketika kakak-kakak volunteer mengawali Mei dengan melepas penat di sekretariat GKM. Mereka baru saja tiba dari lokasi pengajaran rutin Minggu sore di Puulonggida. Tidak berapa lama setelahnya, suara riuh rendah memenuhi ruangan.