Event

GKM Pentaskan Angklung di Pentas Seni-Budaya Indonesia-Filipina

Awan hitam tebal menyelimuti Kota Kendari, ketika kakak-kakak volunteer GKM meninggalkan masjid Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, sore itu. Waktu menunjukkan pukul 16.45 WITA, dan kakak-kakak volunteer bergegas menuju Kantor Walikota Kendari. Dalam kostum seragam, kakak-kakak volunteer sedang berencana menghadiri undangan dari Purnacaraka Muda Indonesia (PCMI) Sulawesi Tenggara bersama Kendari Youthful Team dalam acara “Philipine-Indonesia Culture Exchange”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin (25/04/16), bertempat di lantai 3 Aula Bertakwa, Kantor Walikota Kendari. Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Indonesia dan Filipina dalam mempertunjukkan pagelaran seni dan budaya kedua Negara ini, dihadiri lebih dari seratus orang, yang sebagian besarnya adalah mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari kampus di Kota Kendari.

Dalam event kali ini, Gerakan Kendari Mengajar diminta untuk menampilkan sebuah pertunjukan seni-budaya, dan kakak-kakak volunteer memilih alat musik angklung sebagai item pertunjukannya. Menampilkan musik angklung sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi kakak-kakak volunteer. Pertunjukan musik angklung ini sudah beberapa kali ditampilkan dalam program-program yang melibatkan GKM sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan, pertunjukan ini merupakan pertunjukan andalan kakak-kakak volunteer GKM. Namun, tetap saja, penampilan kali ini terasa sedikit berbeda dari penampilan yang sudah-sudah. Mengingat, kakak-kakak volunteer akan tampil di hadapan pemuda-pemuda negara tetangga. Ditambah lagi, dengan menampilkan angklung yang bukan alat musik khas Sulawesi Tenggara, kakak-kakak volunteer GKM merasa seperti merepresentasikan Indonesia. Sebuah kebanggaan yang sulit diungkapkan.

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WITA ini dibuka dengan menyanyikan dua lagu kebangsaan dari masing-masing negara: Indonesia Raya dan Lupang Hirirang, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh delegasi pemuda dari kedua negara. Dari pihak Indonesia, tampil Ibu Dwi Pratiwi S. Husba, yang merupakan The Head of Indonesian Overseas Youth Exchange Program of South East Sulawesi. Sedang Filipina diwakili oleh The Head of 180 Degrees (The Representative of 180 Degrees Team). Dalam sambutannya, delegasi pemuda Filipina mengungkapkan keinginannya untuk bisa memperkenalkan budaya Filipina ke negara-negara ASEAN lainnya. “Kami sangat bersyukur bisa berkunjung ke Indonesia. Sebuah negara yang sangat indah, khususnya di Kota Kendari. berkat kegiatan ini, kami bisa membuat lukisan yang indah,” tuturnya.

Penampilan pertama dipentaskan oleh sembilan pemuda Filipina, yang memperkenalkan pakaian tradisional mereka. Tidak hanya mempertunjukkan keunikan pakaian adat, mereka juga mengisahkan perihal pakaian adat tersebut. Salah satu pakaian adat mereka memiliki kemiripan dengan koteka asal Papua. Namun, tidak mereka tampilkan kali itu. Penampilan seni selanjutnya adalah sajian lagu daerah Muna berjudul O Tampo, yang berarti Oh, Kampung Halaman.  Volunteer GKM sendiri tampil setelah suguhan tari ifugao yang dibawakan oleh 180 Degrees Team (sebutan untuk para penampil dari Filipina). Tari Ifugao merupakan tari tradisional kaya filosofi milik suku Ifugao di Filipina, sebuah suku tani dan penenun.

 

Penampilan angklung dari GKM dipentaskan oleh Kak Harun, Kak Ace, Kak Reni, Kak Ucend, Kak Nur, Kak Sukma, Kak Sul, dan Kak Fai—yang juga merupakan squad angklung yang memeriahkan acara World Book Day beberapa waktu lalu. Penampilan kali ini membawakan tiga buah lagu, yakni Gundul-Gundul Pacul (lagu daerah asal Jawa Tengah), Laskar Pelangi (soundtrack utama film pendidikan Laskar Pelangi yang dibawakan oleh band Nidji), dan Heal The World (sebuah lagu tentang perdamaian yang didedikasikan bagi antirasisme, yang dipopulerkan oleh Michael Jackson).

Komposisi angklung lagu Gundul-Gundul Pacul diawali dengan menyanyikan sebaris lirik: wakul ngglimpang segane dadi sak ratan, dan lalu disusul dengan harmonisasi angklung dari tiap-tiap kakak-kakak volunteer. Antusiasme penonton terlihat dari tepukan tangan mereka yang meriah. Bahkan saat memainkan komposisi Laskar Pelangi, sebagian penonton ikut menyanyikan lagunya.

Setelah pertunjukan alat musik angklung dari GKM, penampilan demi penampilan seni budaya kedua negara hadir silih berganti. Sangat beragam dan menghibur. Indonesia sendiri menampilkan tari Motasu (tari berladang khas suku Tolaki, Sulawesi Tenggara), tari medley, symphoni Indonesia (song and dance), tari Ende-Ende, dan tari Saman (asal Aceh). Sedangkan Filipina menampilkan tari O’ilawa, tari Kundaman, tari Pandago Sa Ilaw, planting race (song and dance), present culture, permainan tradisional, mini drama Legend of the Pineapple, dan sesi mencicipi makanan tradisional (manisan mangga).

Acara pun diakhiri dengan sesi foto bersama. Tak hanya mencoba mengobrol ringan sepatah dua kata dengan teman-teman dari Filipina, kakak-kakak volunteer GKM  mengajari teman-teman jauh kita ini cara memainkan angklung. Meski tampak kaku dan canggung, tapi teman-teman 180 Degrees Team ini tampak senang dan antusias.

Momen pertukaran budaya ini menggugah semangat baru kakak-kakak volunteer untuk bisa mengenal budaya Indonesia yang begitu kaya. Tak hanya dalam keragaman, namun juga filosofi dan makna yang tersemat dalam setiap gerak tari, nada, dan lagu. Dan tak terkecuali, budaya negara lain, yang juga tak kalah kaya dan uniknya. Anak Indonesia, ayo lestarikan budaya negeri kita, dan dukung selalu pelestarian budaya dunia!

 

Salam hangat GKM!

Serunya Malam Amal Gerakan 1000 Buku

Taman walikota Kendari memang kerap dijadikan sebagai tempat melaksanakan kegiatan yang bersifat edukatif bagi masyarakat Kota Kendari. Minggu, 2 Maret 2014, merupakan hari dimana Gerakan Kendari Mengajar (GKM) merealisasikan satu wacana yang selama ini telah menjadi cita-cita, dalam rangka mencerdaskan dan menginspirasi anak-anak Sulawesi Tenggara lewat buku, melalui acara yang bertajuk “Malam Amal Gerakan 1000 Buku : One Man, One Book”.

GKM Turut Sukseskan Kemenkeu Mengajar 2 Kendari

Setelah mendapatkan penghargaan sebagai organisasi gerakan pendidikan terbaik dalam Penghargaan Pemuda Indonesia (PPI) 2015, kini Gerakan Kendari Mengajar (GKM) menerima apresiasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra). Penghargaan itu diberikan atas partisipasi GKM, dalam mensukseskan even Kemenkeu Mengajar 2 Kendari, pada Senin (23/10).

Diary Gerakan Kendari Mengajar #10 : Bukit Impian

Sabtu 27 Desember 2014, adalah hari dimana sebuah kisah kembali terukir dalam perjalanan Indah Gerakan Kendari Mengajar (GKM). Hari itu beberapa kakak volunteer GKM berkunjung ke Desa Bosenga Indah, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan. Melalui salah satu lembaganya yaitu Asian Medical Student Association (AMSA), Desa Bosenga Indah kemudian menjadi salah satu daerah dari tiga daerah Binaan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo.

Catatan Pengajar #3: Buat Mereka Mencintaimu

Begitulah yang saya yakini. Dan hal itu telah menjadi sebuah prinsip hidup yang selalu saya junjung tinggi, yang kemudian membawa saya untuk terlibat penuh dalam Gerakan Kendari Mengajar. Dulu, ketika masih kecil, saya pernah bercita-cita menjadi seorang guru. Namun, ketika menginjak usia Sekolah Menengah Pertama, bidang hukum menjadi hal yang menarik bagi saya—yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi salah satu passion hidup saya.

ENJ GKM : Ekspedisi Membangun Negeri dalam Sebuah Bingkai Pendidikan

kspedisi Nusantara Jaya (ENJ) adalah sebuah perjalanan yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kemaritiman dengan mengirimkan pemuda-pemudi nusantara  ke kawasan dan pulau-pulau terpencil di Indonesia. Melalui jalur peserta komunitas, Gerakan Kendari Mengajar (GKM) pun kemudian bertolak ke salah satu Pulau yang berada di Sulawesi Tenggara tersebut, tepatnya di Pulau Katela

GKM Pentaskan Angklung di Pentas Seni-Budaya Indonesia-Filipina

Awan hitam tebal menyelimuti Kota Kendari, ketika kakak-kakak volunteer GKM meninggalkan masjid Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, sore itu. Waktu menunjukkan pukul 16.45 WITA, dan kakak-kakak volunteer bergegas menuju Kantor Walikota Kendari.

PENGUMUMAN SELEKSI WAWANCARA TAHAP 1 CALON RELAWAN PENGAJAR GKM BATCH 2

Wawancara tahap 1 telah selesai dilaksanakan, berikut nama-nama yang dinyatakan lulus ke tahap berikutnya yaitu wawancara tahap 2 dan sesi FGD (Focus group Discussion) dilaksanakan pada hari Minggu, 7 April 2019

Ekspedisi Nusantara Jaya Tim Komunitas GKM : Catatan Dari Sebuah Perjalanan Inspiratif Pemuda-Pemudi Negeri

Di penanggalan 6-15 Oktober 2017 adalah waktu dimana sebuah cita dari Gerakan Kendari Mengajar (GKM) kembali diwujudkan. Gerakan Kendari Mengajar melalui kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya kemudian menjejakkan kaki di Pulau Katela, Kabupetan Muna Barat dalam rangka menjalankan misi untuk mengabdi, untuk berbagi, untuk berbuat,untuk bersama membangun negeri. Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) sendiri adalah kegiatan yang menjadi salah satu awalan bagi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk m