Event

ENJ GKM : Ekspedisi Membangun Negeri dalam Sebuah Bingkai Pendidikan

Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) adalah sebuah perjalanan yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kemaritiman dengan mengirimkan pemuda-pemudi nusantara  ke kawasan dan pulau-pulau terpencil di Indonesia. Melalui jalur peserta komunitas, Gerakan Kendari Mengajar (GKM) pun kemudian bertolak ke salah satu Pulau yang berada di Sulawesi Tenggara tersebut, tepatnya di Pulau Katela, Kabupaten Muna Barat. Kabupaten Muna Barat adalah kabupaten yang pada tanggal 9 Oktober 2017 lalu baru berusia tiga tahun lamanya. Sedang Pulau Katela sendiri adalah sebuah pulau pemukiman suku bajo, yang minim akses air dan listrik. (Baca :"Ekspedisi Nusantara Jaya Tim Komunitas GKM : Catatan Dari Sebuah Perjalanan Inspiratif Pemuda-Pemudi Negeri").

Kali ini saya akan mengisahkan potret kepemudaan yang saya saksikan ketika melakukan sebuah Ekspedisi bersama Tim ENJ Gerakan Kendari Mengajar. TIM ENJ GKM beranggotakan 20 orang yang terdiri dari para volunteer/relawan GKM, baik yang sudah lama maupun yang belum lama bergabung. Sebelum berangkat para volunteer/relawan dibekali pemahaman tentang tujuan dan program-program kegiatan yang akan dilaksanakan, hingga semua paham bahwasanya perjalanan yang dilakukan membawa sebuah amanah dan misi untuk membangun negeri. Persiapan yang dilakukan tiga hari menjelang keberangkatan tak membuat persiapan dilakukan dengan asal-asalan. Setiap orang mengerjakan tugas dan tanggungjawab mereka secara optimal. Bukan hanya para relawan yang akan berangkat tetapi juga para relawan yang kemudian akan melakukan back up pengajaran di daerah-daerah binaan GKM ketika perjalananan akan dilakukan, mengingat ada sebagaian pengajar di beberapa daerah binaan GKM yang juga turut berangkat.

Tulisan ini adalah tulisan yang bertujuan untuk berbagi kisah inspirasi tentang pemuda-pemudi negeri, tentang inspirasi yang mereka dapatkan, yang tentunya sayang jika hanya tersimpan sebagai satu titik ingatan dalam sebuah kenangan. Kurang lebih 10 hari saya bersama para pemuda-pemudi ini saya kemudian menyaksikan perwujudan dari sebuah perjalanan yang membangun negeri. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari lima bidang utama yakni kemaritiman, pendidikan, kesehatan, bela negara dan pariwisata yang terdiri dari kurang lebih 15 item program kegiatan.

Setiap harinya pagi, siang, sore dan malam hari para pemuda-pemudi ini tak pernah menampakkan rasa lelah yang berlebihan, mereka membaur bersama anak-anak, membaur dengan riang bersama warga Pulau Katela. Saya kemudian melihat bagaimana mereka meneguhkan niat untuk berbagi, meneguhkan niat untuk melakukan kebaikan, terik matahari di Pulau Katela tidak menyurutkan niat mereka untuk berkeliling bertemu adik-adik, berkeliling menyapa warga di sekitaran Pulau Katela. Niatan itu kemudian tersambut baik ketika saya juga melihat bagaimana respon anak-anak dan masyarakat Pulau Katela dalam mendukung pelaksanaan program-program kegiatan ENJ GKM. Energi yang tak berkesudahan dari para anak-anak pesisir itu kemudian menyambangi posko kami dari pagi hingga malam hari silih berganti tiada henti.

Dilandasi oleh energi yang luar biasa dari adik-adik di Pulau Katela itu, beberapa hari menjelang kepulangan kami kemudian memiliki ide untuk melaksanakan pentas seni sebagai sebuah persembahan acara pada malam perpisahan, yang akan menampilkan relawan dan adik-adik dalam beberapa item acara yakni silat, vocal grup, tarian, permaiann angklung dan pembacaan puisi yang dirangkaikan dengan penerimaan hadiah pemenang perlombaan.

Malam pementasan senipun tiba, panggung yang disediakan dengan sederhana telah dipenuhi adik-adik dan masyarakat yang penasaran ingin menyaksikan para generasi penerus Pulau Katela tampil dihadapan mereka. Sebagian anak tampak gugup saat waktu penampilan semakin mendekat. Satu persatu adik-adik di Pulau Katela pun kemudian tampil. Malam itu saya tahu bahwasanya ada haru yang lahir melihat penampilan anak-anak pesisir itu, saya melihat energi para pemuda-pemudi ini,para relawan GKM tersalurkan dengan baik ke adik-adik selama beberapa hari terakhir. Bukan hanya sebatas menjalankan program tapi mereka telah menginvestasikan kebaikan ke hati anak-anak Pulau Katela, hingga tak heranlah kiranya ketika waktu keberangkatan tiba keesokan harinya kepergian mereka kemudian diiringi oleh berkantong-kantong ikan kering sebagai buah tangan dan juga isak tangis sebagian anak-anak di Pulau Katela serta hatur terima kasih dari para orang tua.

Bahkan saya kemudian mendengar, ada anak yang tak sanggup mengucapkan perpisahan dan lebih memilih untuk melepas kepergian para relawan GKM dengan isak tangis yang disembunyikan di rumah. Bukan hanya anak-anak itu, para relawan GKM pun juga meneteskan air mata haru. Siapapun yang menyaksikan itu tentunya juga akan larut dalam suasana haru. Saya menyaksikan dengan bangga, saya berbahagia bisa menyaksikan lahirnya sebuah inspirasi. Sekali lagi saya melihat bagaimana sebuah kebaikan yang diberikan kemudian menghasilkan berjuta-juta kebaikan yang tak berkesudahan.

Ekspedisi ini telah menjadi sebuah pembelajaran dan pengalaman yang baik untuk para pemuda-pemudi itu kelak. Ekspedisi ini akan menjadi sebuah kisah tak berkesudahan baik dalam hidup pemuda-pemudi ini dan juga dalam hidup para anak-anak di Pulau Katela. Ekspedisi ini telah membawa GKM turut membangun negeri dalam bingkai pendidikan. Terima Kasih Menko Maritim. Terima kasih Pulau Katela. Sampai bertemu di lain waktu !!

(Dokumentasi Lengkap Kegiatan dapat dilihat di Fanpage Gerakan Kendari Mengajar)

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI OPEN RECRUITMENT VOLUNTEER GKM BATCH 1

Selamat berbahagia kepada semua kakak-kakak yang telah melewati tahap seleksi. Kami ucapkan selamat menempuh hidup baru, karena dalam waktu 3 (tiga) bulan ke depan, komitmen kakak-kakak akan dievaluasi untuk bisa menjadi bagian dari keluarga besar Gerakan Kendari Mengajar.

Iqro Abdul

Matahari bak pemanggang raksasa di Kamis, 23 januari itu. Tiga volunteer Kendari Mengajar mengunjungi Puulonggida untuk sebuah pelajaran baru. BTA—Baca Tulis Al Qur’an. Sebuah agenda baru yang menjadikan jadwal kunjungan menjadi tiga kali dalam seminggu. Adalah Kak Nur, Kak Yaya, dan Kak Awal, yang hari itu menikmati pengalaman pertama menjadi pengajar Baca Tulis Al Qur’an

Serunya Malam Amal Gerakan 1000 Buku

Taman walikota Kendari memang kerap dijadikan sebagai tempat melaksanakan kegiatan yang bersifat edukatif bagi masyarakat Kota Kendari. Minggu, 2 Maret 2014, merupakan hari dimana Gerakan Kendari Mengajar (GKM) merealisasikan satu wacana yang selama ini telah menjadi cita-cita, dalam rangka mencerdaskan dan menginspirasi anak-anak Sulawesi Tenggara lewat buku, melalui acara yang bertajuk “Malam Amal Gerakan 1000 Buku : One Man, One Book”.

PENGUMUMAN BERKAS OPEN RECRUITMEN VOLUNTEER BATCH 1

Setelah melalui verifikasi dokumen pendaftaran, kami dari Tim Seleksi Calon Volunteer Gerakan Kendari Mengajar memutuskan nama-nama yang terlampir pada dokumen berikut dinyatakan lulus ke tahapan seleksi berikutnya. Tahapan wawancara akan diadakan pada Sabtu, 21 April 2018 bertempat di sekretariat Gerakan Kendari Mengajar (Jalan Bunga Seroja No. 19, Kendari).

It’s Time for GKM to Contribute

“IT’S TIME FOR YOU(TH) TO CONTRIBUTE” merupakan kalimat yang selayaknya tak sekadar diucapkan oleh para pemuda, melainkan perlu disertai satu tindakan nyata, dalam upaya membangun Indonesia tercinta. Kalimat inilah yang kemudian menjadi slogan utama dalam Satellite Event pada Youthful Social Project Wilayah Kendari yang dihelat Sabtu, 9 Maret 2016 silam

GKM Menyambut Sumpah Pemuda Ke 88 melalui "Gerakan 1000 Seragam Sekolah"

Seperti ditahun-tahun terdahulu, di tahun 2016 ini, Gerakan Kendari Mengajar (GKM) kembali me-release Proyek Sosial Besar tahunannya. Menyongsong Peringatan Sumpah Pemuda ke- 88 tahun 2016, GKM kembali mengajak masyarakat bergotong royong berbagi kebaikan dalam sebuah gerakan yakni "GERAKAN SERIBU SERAGAM SEKOLAH : Satu Seragam, Untuk 1000 Kebaikan" atau GERAKAN SERASA .

Diary Gerakan Kendari Mengajar #5 [(Hanya) Sebuah Ungkapan Sederhana]

Sore itu, adik-adik asuh GKM diajak bermain dengan gambar-gambar dan warna-warna. Adik-adik mendapatkan sebuah gambar yang harus mereka warnai. Pemilihan warna dan teknik mewarnai adalah latihan yang pengajar harapkan dapat melatih kreativitas adik-adik asuh mereka. Tidak sampai di situ, beberapa minggu setelahnya, permainan ini memiliki manfaat yang sama pentingnya dengan menstimulasi kreativitas.

Gantungan Kunci Lucu dari kain Flanel

Gantungan kunci punya manfaat tidak kalah pentingnya dengan sebuah kunci, yakni untuk melindungi agar kunci-kunci yang sering kita gunakan tidak gampang tercecer bahkan hilang. Nah kali ini adik-adik binaan GKM berkreasi membuat gantungan kunci dari kain flanel. Gantungan kunci dari kain flanel ini bisa membuat penampilan kita jadi makin keren. Nah berikut cara membuatnya :