Ruang Kreatif

Kenali Kota-mu! Dengan Brosur Buatan-mu Sendiri

Abstraksi
Brosur selalu menjadi media sederhana untuk memperkenalkan suatu daerah, tempat-tempat pariwisata, hotel, dan lain sebagainya begitu pun Kota Kendari. Terinspirasi dari brosur yang sering di dapatkan ketika pameran, menyebabkan pengajar memilih brosur sebagai media pembelajaran untuk mata pelajaran pengetahuan umum. Dengan tujuan untuk memperkenalkan daerah tempat dimana adik-adik tinggal melalui brosur berjudul “Kota Kendari Ku”. Membuat sendiri brosurnya memperkenalkan langsung kepada adik-adik tentang Kota Kendari. Berawal dari peta, logo, dan tempat-tempat umum di Kota Kendari dengan gambar-gambar yang telah disediakan oleh pengajar. Adik-adik pun memiliki kesempatan untuk menggembangkan kreativitas mereka ketika membuat brosur mereka sendiri. ^_^

Latar Belakang
Pengenalan penggetahuan umun tidak hanya dengan metode presentasi yang di lakukan oleh pengajar. Tetapi ada banyak metode yang dapat dikembangkan oleh pengajar. Nah, salah satunya melalui metode visual. Penggunaan gambar, foto ataupun poster yang secara tidak langsung menarik perhatian lebih dari peserta didik. Pengajaran pengetahuan umum mengunakan media visual membantu peserta didik menjadi lebih mudah mengetahui materi pemlajaran yang di berikan. Contohnya dengan membimbing peserta didik dalam membuat brosur sederhana untuk memeperkenalkan daerah tempat tinggal mereka.

Metode

Sasaran
Adik-adik binaan kelas 3 dan kelas 4

Alat dan Bahan

Kertas HVS

Pulpen

Lem kertas.

Print gambar logo, peta, tempat-tempat umum, dan objek wisata daerah

Alur Pelaksanaan

Pre-activities

Pengajar memberikan contoh brosur terlebih dahulu, sehingga adik-adik memiliki panduan bagaimana membuat brosur,hal ini di lakukan pada kelompok kecil dengan situasi informal. Namun, untuk di situasi formal di dalam kelas, pengajar dapat memanfaatkan papan tulis denganmengambar persegi panjang seperti model brosur yang akan dibuat. Gambar persegi panjang dapat dibagi empat bagian dengan menuliskan nomor halam pada brosur. Hal ini memberikan kemudahan pada adik-adik untuk menuliskan kalimat keterangan dan menempelkan gambar pada brosur. Pengajar telah menyediakan gambar, dan siap di tempelkan di brosur.
Note : Pengajar menjadi pembimbing dan fasilitator, sehingga adik-adik di didik mandiri dari awal-akhir untuk membuatan brosur mereka sendiri.

* Main activities

  1. Adik-adik diberikan selembar kertas HVS sebagai pola/latar belakang brosur.
  2. Adik-adik di berikan waktu terlebih dahulu untuk menuliskan kalimat keterangan di setiap lembaran brosur sesuai dengan contoh brosur/gambar.
  3. Kemudian, biarkan adik-adik memilih gambar-gambar yang sesuai dengan kalimat keterangannya. Hal ini, bertujuan menstimulus adik-adik agar
  4. berpikir untuk memasangkan antara gambar dengan kalimat keterangannya. Ketika adik-adik sulit untuk menemukan gambar yang sesuai,
  5. pengajar dapat membantu secara tidak langsung dengan tidak memeberitahukan langsung gambar yang benar/sesuai.

* Post-activities

  1. Berikan reward dengan symbol/ nilai pada hasil kreatifitas adik-adik dalam membuat brosure. Agar adik-adik selalu semangat dalam proses pembelajaran.
  2. Berikan penjelasan singkat tentang mengapa kita membuat brosure serta gambar-gambar pada brosur.

* Lesson Learned

Peserta didik dapat mengetahui dan melihat lansung hal-hal yang berhubungan ataupun apa yang ada di daerah tempat mereka tinggal. Meskipun, mereka tidak pergi langsung ke tempat-tempat umum, wisata dan bersejarah tersebut. Melatih adik-adik untuk madiri dan bertangung-jawab atas apa yang mereka buat serta mengembangkan kreativitas adik-adik untuk membuat brosur mereka sendiri. (NFH)

Diary Gerakan Kendari Mengajar #10 : Bukit Impian

Sabtu 27 Desember 2014, adalah hari dimana sebuah kisah kembali terukir dalam perjalanan Indah Gerakan Kendari Mengajar (GKM). Hari itu beberapa kakak volunteer GKM berkunjung ke Desa Bosenga Indah, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan. Melalui salah satu lembaganya yaitu Asian Medical Student Association (AMSA), Desa Bosenga Indah kemudian menjadi salah satu daerah dari tiga daerah Binaan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo.

Minggu Ceria Bagian 1 [Ekspedisi Menemukan Harta Karun]

Hari ini adalah hari di mana pertama kalinya kami akan menerapkan agenda Minggu Ceria sesuai rencana kurikulum kami. Seperti biasa, sebelum ke lokasi ajar (Puulonggida), kami akan terlebih dahulu bertemu di sekretariat kami untuk sesi breefing mengenai teknis kegiatan mengajar. Minggu Ceria adalah agenda yang akan diterapkan untuk mengajar adik-adik asuh beraktivitas dengan permainan yang sifatnya menyenangkan tetapi tetap edukatif.

English Class : Jebakan Kata-Kata Sulit & Suara yang Mendatangi Joe

Malam menunjukkan pukul 20.25 WITA, ketika kakak-kakak volunteer mengawali Mei dengan melepas penat di sekretariat GKM. Mereka baru saja tiba dari lokasi pengajaran rutin Minggu sore di Puulonggida. Tidak berapa lama setelahnya, suara riuh rendah memenuhi ruangan.

Senam Bersama Tamu dari Negeri Kangguru

Sore itu, hujan mengguyur sejak pagi. Menguyupkan pepohonan dan menyusupkan sensasi dingin hingga ke belulang. Langit pekat ditingkahi gemuruh. Para volunteer sempat menciut. Tapi tak urung melangkah. Sesi belajar di Puulonggida tak boleh batal. Karena adik-adik asuh Puulonggida tak pernah hirau pada hujan. Niat baik dicamkan. Perjalanan lancar nyaris tanpa kendala.

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI OPEN RECRUITMENT VOLUNTEER GKM BATCH 1

Selamat berbahagia kepada semua kakak-kakak yang telah melewati tahap seleksi. Kami ucapkan selamat menempuh hidup baru, karena dalam waktu 3 (tiga) bulan ke depan, komitmen kakak-kakak akan dievaluasi untuk bisa menjadi bagian dari keluarga besar Gerakan Kendari Mengajar.

Mengapa Saya Memulai Perjalanan Ini ?

Ini adalah secuil cerita kecil dari pengalaman yang saya alami. Saat itu lokasi KKN kami ditempatkan di luar Kota Kendari tepatnya di Kota Baubau, Kecamatan Sorawolio, Kelurahan Bugi. Lokasi kami, letaknya lumayan jauh dari pusat Kota (bisa di bilang, ujung Kota menuju perbatasan antara Kota Baubau dan Kabupaten Buton). Posko kami ditempatkan pada sebuah bangunan kecil bersama sebuah keluarga sederhana (yang luar biasa baiknya) terdiri dari Kakek, Nenek, Bapak, Ibu dan 4 orang anaknya.

Catatan Pengajar #6: Bahagia Itu, Sederhana

Pagi yang cerah, matahari bersinar menyambut sabtu, di penanggalan 26 April 2014. Seperti biasa, sabtu adalah hari dimana saya dan teman-teman yang tergabung sebagai volunteer pengajar di Gerakan Kendari Mengajar (GKM) akan kembali mengendarai kendaraan kami ke suatu desa yang letaknya cukup jauh dari pusat keramaian Kota Kendari, tepatnya ke SD N 20 Baruga, di Nanga-Nanga, Kecamatan Baruga.

Gantungan Kunci Lucu dari kain Flanel

Gantungan kunci punya manfaat tidak kalah pentingnya dengan sebuah kunci, yakni untuk melindungi agar kunci-kunci yang sering kita gunakan tidak gampang tercecer bahkan hilang. Nah kali ini adik-adik binaan GKM berkreasi membuat gantungan kunci dari kain flanel. Gantungan kunci dari kain flanel ini bisa membuat penampilan kita jadi makin keren. Nah berikut cara membuatnya :