Ruang Kreatif

Gantungan Kunci Lucu dari kain Flanel

Gantungan kunci punya manfaat tidak kalah pentingnya dengan sebuah kunci, yakni untuk melindungi agar kunci-kunci yang sering kita gunakan tidak gampang tercecer bahkan hilang. Nah kali ini adik-adik binaan GKM berkreasi membuat gantungan kunci dari kain flanel. Gantungan kunci dari kain flanel ini bisa membuat penampilan kita jadi makin keren. Nah berikut cara membuatnya :

Alat dan bahan:

  • Kain flanel 2 warna
  • Benang dan jarum
  •  Gunting
  •  Lem UHU
  •  Cincin gantungan kunci

Cara membuat

  1. Potong 2 kain flanel dengan warna yang sama membentuk persegi panjang menggunakan gunting (bentuknya optional)
  2. Siapkan benang dan jarum
  3.  Gabungkan dan jahit kedua kain yang sudah dipotong tadi menggunakan benang dan jarum yang sudah disiapkan. Jahit dengan teknik menjahit jelujur.
  4.  Sisakan 1 sisi untuk tidal dijahit. Sisi itu digunakan untuk memasukkan busa/kapas kedalam kain tersebut.
  5.  Satukan kain flanel dengan cincin gantungan kunci dengan cara dijahit kembali sisi yang belum terjahit tadi.
  6. Buat huruf-huruf nama dengan menggunakan kain flanel warna lainnya.
  7. Lalu tempelkan huruf-huruf itu di gantungan kunci kain flanel tersebut.
  8. Bisa juga menambahkan gambar-gambar lucu dan unik pada tempelan ganci tsb.
  9. Gantungan kunci selesai.

Diary Gerakan Kendari Mengajar #9 : GKM FUN CAMP ( Arti Baru dari Sebuah Ketulusan)

GKM FUN CAMP adalah kegiatan yang merupakan perwujudan dari sebuah janji yang telah lama dinanti-nantikan oleh adik-adik kami di Puulonggida. Di penanggalan 13 Desember 2014 GKM FUN CAMP akhirnya bisa dilaksanakan. GKM FUN CAMP diisi dengan kegiatan Pentas Seni, Pelepasan Lampion, Api Unggun, dan Games Outbond. Sejak seminggu sebelum kegiatan dilaksanakan, kakak-kakak volunteer telah sibuk mempersiapkannya.

Iqro Abdul

Matahari bak pemanggang raksasa di Kamis, 23 januari itu. Tiga volunteer Kendari Mengajar mengunjungi Puulonggida untuk sebuah pelajaran baru. BTA—Baca Tulis Al Qur’an. Sebuah agenda baru yang menjadikan jadwal kunjungan menjadi tiga kali dalam seminggu. Adalah Kak Nur, Kak Yaya, dan Kak Awal, yang hari itu menikmati pengalaman pertama menjadi pengajar Baca Tulis Al Qur’an

POP (Pekan Olahraga Puulonggida): Mendidik dengan Sportivitas

Ungkapan inilah yang menjadi landasan dari volunteer GKM selalu berusaha menyempatkan waktunya untuk kembali melewati “Titian Menuju Nyala” . Bukan materi atau sebuah tanda jasa yang kami harap tapi lebih dari itu “sesuatu yang istimewa”. Rasa bangga, haru, bahagia melebur menjadi satu dalam setiap kegiatan yang kami lakukan. Ini pula yang kembali terjadi pada hari ini, Rabu, 1 Januari 2014.

Sepenggal Kisah Dari Mount Isa

Kisah ini baru saja dikirimkan oleh salah seorang volunteer GKM yang berada nun jauh disana, awalnya beliau menyatakan untuk tidak mempublikasikan kisah ini, namun kisah ini perlu dibagi kepada kawan-kawan sekalian. Semoga saja kisah ini kembali mengajak kita untuk bersejenak hening, kembali mengingat fitrah seorang relawan, makna menjadi seorang relawan, dan betapa bernilainya relawan di mata orang lain

Diary Gerakan Kendari Mengajar #6 : (Berbagi itu Tidaklah Harus Mahal)

Sabtu, 12 April 2014, adalah hari dimana kami kembali bertemu adik-adik kami di Puulonggida. Pengetahuan umum adalah jadwal pelajaran hari itu. Kami pun mencari ide kreatif apa lagi yang dapat kami bagi dengan adik-adik kami di pulonggida.

ENJ GKM : Ekspedisi Membangun Negeri dalam Sebuah Bingkai Pendidikan

kspedisi Nusantara Jaya (ENJ) adalah sebuah perjalanan yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kemaritiman dengan mengirimkan pemuda-pemudi nusantara  ke kawasan dan pulau-pulau terpencil di Indonesia. Melalui jalur peserta komunitas, Gerakan Kendari Mengajar (GKM) pun kemudian bertolak ke salah satu Pulau yang berada di Sulawesi Tenggara tersebut, tepatnya di Pulau Katela

Mengapa Saya Memulai Perjalanan Ini ?

Ini adalah secuil cerita kecil dari pengalaman yang saya alami. Saat itu lokasi KKN kami ditempatkan di luar Kota Kendari tepatnya di Kota Baubau, Kecamatan Sorawolio, Kelurahan Bugi. Lokasi kami, letaknya lumayan jauh dari pusat Kota (bisa di bilang, ujung Kota menuju perbatasan antara Kota Baubau dan Kabupaten Buton). Posko kami ditempatkan pada sebuah bangunan kecil bersama sebuah keluarga sederhana (yang luar biasa baiknya) terdiri dari Kakek, Nenek, Bapak, Ibu dan 4 orang anaknya.

Diary Gerakan Kendari Mengajar #10 : Bukit Impian

Sabtu 27 Desember 2014, adalah hari dimana sebuah kisah kembali terukir dalam perjalanan Indah Gerakan Kendari Mengajar (GKM). Hari itu beberapa kakak volunteer GKM berkunjung ke Desa Bosenga Indah, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan. Melalui salah satu lembaganya yaitu Asian Medical Student Association (AMSA), Desa Bosenga Indah kemudian menjadi salah satu daerah dari tiga daerah Binaan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo.