Ruang Kreatif

Tempat pensil dari botol plastik

Saat ini kita dengan mudah dapat menemukan botol plastik di mana saja. Nah botol plastik yang biasanya menjadi sampak Kali ini disulap oleh adik-adik binaan GKM menjadi tempat pensil . Berikut persiapan yang dapat dilakukan :

Alat dan bahan

  • 2 botol plastik yang berwarna (sprite, mizone, pepsi dll).
  • Resleting berwarna.
  • Lem UHU.
  • Kain flanel
  • Cutter dan gunting

Cara membuat

  1. Potong bagian tengah pada kedua botol tersebut menggunakan cutter (harus didampingi oleh orang dewasa), yang akan kita gunakan adalah bagian bawah/pantat botol.
  2. Lalu gabungkan kedua botol tersebut dengan resleting.
  3. Lem resleting pada bagian sisi kedua botol yang dipotong tadi. Lem menggunakan lem UHU.
  4. Kemudian hiasi tempat pensil dengan kreatifitas menggunakan kain flanel (bisa membuat inisial nama atau gambar-gambar lain)
  5. Kerajinan tempat pensil dari botol plastik selesai.

GKM Menyambut Sumpah Pemuda Ke 88 melalui "Gerakan 1000 Seragam Sekolah"

Seperti ditahun-tahun terdahulu, di tahun 2016 ini, Gerakan Kendari Mengajar (GKM) kembali me-release Proyek Sosial Besar tahunannya. Menyongsong Peringatan Sumpah Pemuda ke- 88 tahun 2016, GKM kembali mengajak masyarakat bergotong royong berbagi kebaikan dalam sebuah gerakan yakni "GERAKAN SERIBU SERAGAM SEKOLAH : Satu Seragam, Untuk 1000 Kebaikan" atau GERAKAN SERASA .

It’s Time for GKM to Contribute

“IT’S TIME FOR YOU(TH) TO CONTRIBUTE” merupakan kalimat yang selayaknya tak sekadar diucapkan oleh para pemuda, melainkan perlu disertai satu tindakan nyata, dalam upaya membangun Indonesia tercinta. Kalimat inilah yang kemudian menjadi slogan utama dalam Satellite Event pada Youthful Social Project Wilayah Kendari yang dihelat Sabtu, 9 Maret 2016 silam

Sore Pertama di Permulaan Tahun [Asyiknya Belajar Matematika]

Sabtu, pertama di tahun 2014 adalah pertemuan pertama Kendari Mengajar dengan adik-adik asuh di Puulonggida. Ini akan menjadi awal tahun ajaran Januari sampai Juli 2014. Sore itu, rintik hujan mengiringi perjalanan volunteer Kendari Mengajar menuju Puulonggida. Tepat pukul 15.30 WITA, volunteer pun tiba di Pulonggida.

Pajangan kipas dari kertas

Di penanggalan 11 April 2018, adik-adik di daerah binaan BPK seru-seruan dengan membuat pajangan kipas dari kertas. Kipas kertas lipat adalah salah satu bentuk kreasi origami yang paling sederhana namun keindahan dan pesonanya bisa membuatnya menjadi hiasan atau detail pembungkus bingkisan yang indah. Nah kali ini adik-adik di daerah binaan BPK mengkreasikannya dengan gambar mereka. Caranya gampang kok.

MERAYAKAN HARI BUKU SEDUNIA

Suasana Museum Sulawesi Tenggara di 23 April sore itu terasa berbeda dari biasanya. Keramaian yang terbentuk di sana bukan ditujukan untuk menyaksikan jejak arkeologi khas museum seperti di hari-hari lain. Melainkan, untuk memperingati World Book Day yang, tahun ini, dirayakan dengan antusiasme yang sedikit istimewa.

Catatan Pengajar #3: Buat Mereka Mencintaimu

Begitulah yang saya yakini. Dan hal itu telah menjadi sebuah prinsip hidup yang selalu saya junjung tinggi, yang kemudian membawa saya untuk terlibat penuh dalam Gerakan Kendari Mengajar. Dulu, ketika masih kecil, saya pernah bercita-cita menjadi seorang guru. Namun, ketika menginjak usia Sekolah Menengah Pertama, bidang hukum menjadi hal yang menarik bagi saya—yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi salah satu passion hidup saya.

Diary Gerakan Kendari Mengajar #7 : (Sebuah Harmoni yang Hadir melalui Hujan )

Sore itu tak seperti biasanya, lapangan tempat kami biasa berbagi ilmu dengan adik-adik kami nampak kosong, tak ada suara gaduh dan senyum sumringah yang biasanya selalu menyambut kedatangan kami laksana seorang artis yang akan bertemu dengan para penggemarnya. Tiba-tiba di kejauhan tampak beberapa adik berlarian menyambut kami, “mana teman-teman kalian yang lainnya?” Tanya kami kepada mereka

Iqro Abdul

Matahari bak pemanggang raksasa di Kamis, 23 januari itu. Tiga volunteer Kendari Mengajar mengunjungi Puulonggida untuk sebuah pelajaran baru. BTA—Baca Tulis Al Qur’an. Sebuah agenda baru yang menjadikan jadwal kunjungan menjadi tiga kali dalam seminggu. Adalah Kak Nur, Kak Yaya, dan Kak Awal, yang hari itu menikmati pengalaman pertama menjadi pengajar Baca Tulis Al Qur’an